Analisis Cara Kerja Cookies, Tracking, dan Behavioral Advertising pada Platform Digital

Analisis Cara Kerja Cookies, Tracking, dan Behavioral Advertising pada Platform Digital

PENDAHULUAN

Saat ini seluruh aktivitas yang ada di Internet direkam, disimpan, dan dianalisis secara sistematis. Dalam  pesatnya  perkembangan  era  digital,  keamanan  barang  dan  file  menjadi  hal  yang  sangat penting yang merupakan masalah besar dalam hal keamanan cyber (Zaki, 2021). Semua hal seperti pencarian, durasi penayangan, serta pola pembelian menjadi data yang penting. Hal ini dikenal dengan nama behavioral tracking dan menjadi fondasi dalam dunia bisnis saat ini. Semua platform menggunakan strategi tersebut. Google yang mendominasi pencarian dan iklan, meta yang mendominasi sosial media, tiktok yang mendominasi konten video pendek, dan shopee yang mendominasi e-commerce di Asia Tenggara. Jumlah pengguna yang meningkat dari tahun ke tahun menjadikan internet menjadi media yang potensial sebagai media komunikasi pemasaran (Yusuf, 2020). Mereka membentuk infrastruktur pengawasan digital yang menjangkau hampir seluruh aspek kehidupan yang kita lakukan.  Pembahasan ini penting, karena kita bisa jadi tau bagaimana implikasi sudut pandang system informasi dalam menggunakan kerangka Lima Dimensi Moral Laudon, serta memberikan rekomendasi yang tepat.

Makalah ini dibuat untuk menjawab 7 pertanyaan yaitu:

  1. Nilai apa yang diuntungkan oleh sistem itu?
  2. Nilai apa yang dikorbankan?
  3. Siapa pihak yang paling diuntungkan?
  4. Siapa pihak yang paling berisiko dirugikan?
  5. Dari lima dimensi moral Laudon, dimensi mana yang paling dominan?
  6. Apa rekomendasi Anda agar sistem tersebut lebih etis, adil, dan manusiawi?
  1. Mengidentifikasi system apa yang digunakan pada pembahasan ini.
  2. Mengetahui nilai apa yang akan diuntungkan dari system ini.
  3. Mengetahui nilai apa yang akan dikorbankan.
  4. Mengidentifikasi siapa pihak yang akan paling diuntungkan.
  5. Mengidentifikasi siapa pihak yang akan paling dirugikan.
  6. Menentukan dimensi moral yang mana yang paling dominan.
  7. Merumuskan rekomendasi dari system yang lebih etis, adil dan manusiawi.

PEMBAHASAN

Saat ini platform digital seperti Google, Meta, Tiktok dan Shopee memiliki pengguna yang sangat banyak di Indonesia. Google menggunakan pelacakan berbasis cookies, yang merupakan komponen esensial dari pengalaman web modern, memungkinkan situs web untuk  menyimpan  informasi  tentang  preferensi  pengguna,  riwayat  penelusuran,  dan  aktivitas online lainnya (Zaki, 2021). Serta Google Analytics yang mengambil data perilaku dari pengguna untuk menargetkan iklan melalui Google Ads serta menampilkan iklan produk yang pernah dilihat pengguan di situs lain. Iklan tidak hanya berfungsi untuk mempromosikan produk atau layanan saja tetapi juga memainkan peran dalam membentuk persepsi publik dan mempengaruhi keputusan konsumen (Widyaningsih & Handoko, 2024).  Meta menggunakan Meta Pixel yang melacak perilaku pengguna dan menghubungkannya dengan Facebook atau Instagram sehingga memungkinkan untuk menentukan target dari pengiklan dan menentukan target dari jenis konten yang ditayangkan di beranda pengguna. Sama halnya dengan Meta, Tiktok juga menentukan target konten yang akan di lihat pengguna berdasarkan sinyal mikro seperti durasi tonton, like, dan komentar, untuk ditampilakn di FYP (For You Page) pengguna. Algoritma   TikTok memiliki   peran   penting   dalam   menentukan   konten   yang ditampilkan kepada pengguna (Putri et al., 2024). Shopee menganalisis perilaku dari customer dengan melihat Riwayat pencarian produk, produk yang sering dilihat atau dipantau, pola waktu belanja, dan lain-lain. Untuk menentukan rekomendasi produk pada periode tertentu seperti saat event hari besar maupaun event tanggal kembar.

Dari sistem yang dilakukan ada beberapa nilai yang akan diuntungkan dan ada yang akan dikorbankan. Sistem Online Behavioral Advertesing (OBA), OBA memiliki pengertian sebagai jenis iklan online yang ditampilkan dengan menyasar langsung kepada konsumen yang paling tertarik dengan produk yang ditawarkan sehingga menimbulkan keputusan pembelian produk khusus (Dewi, n.d.), yang membawa beberapa nilai positif yaitu efisiensi ekonomi, dimana pengiklan dapat menjangkau audiens yang sesuai dengan biaya yang lebih rendah. Personalisasi layanan, yaitu pengguna mendapatkan rekomendasi barang, produk, maupun konten sesuai dengan yang mereka minati atau mereka cari. Pertumbuhan UMKM digital yang berada di Shopee, dimana penjual UMKM dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar. Serta inovasi teknologi yaitu pendapatan dari iklan dapat digunakan untuk membiayai riset AI, Cloud dan inovasi kedepannya.

Selain itu sistem ini juga mengorbankan beberapa nilai seperti privasi dari pengguna, dimana pengguna tidak menyadari bahwa seluruh aktivitas online mereka direkam. Keamanan data keuangan, pengumpulan data yang sensitive seperti keuangan kita meningkatkan resiko kebocoran maupun penyalahgunaan data. Kesehatan mental, algoritma di Meta maupaun Tiktok dapat menciptakan suatu kecenderungan digital.

Dari pembahasan yang kita lakukan dapat diketahui bahwa pihak yang paling diuntungkan disini adalah korporasi teknologi pemilik platform-platform tersebut. Mereka mendapatkan pendapatan iklan global yang tidak sedikit. Pihak yang diuntungkan kedua adalah para pengiklan dan broker data seperti Oracle Data Cloud yang mendapat keuntungan dari jual beli profil pengguna dari berbagai platform. Adapun pihak yang paling beresiko akan dirugikan disini antara lain adalah pengguna yang tidak menyadari bahwa transaksi keuangan mereka digunakan untuk profiling dan targeting iklan, anak-anak dan remaja yang belum memiliki pemikiran kritis untuk memilah konten algoritmik, kelompok ekonomi lemah yang beresiko menjadi target iklan keuangan seperti pinjol, dan pengguna di negara berkembang yang memiliki literasi digital yang lemah.

Laudon mengidentifikasi ada 5 dimensi moral dalam system informasi yaitu hak dan kewajiban informasional, hak kepemilikan, akuntabilitas dan kontrol, kualitas system, dan kualitas hidup. Dimensi yang paling dominan adalah Hak dan Kewajiban Infromasional. Dimensi ini mempertanyakan hak dari individu atas data tentang dirinya dan kewajiban yang melakukan pengumpulan data untuk mengelolanya secara bertanggung jawab. Pada Shopee, sering kali customer tidak menyadari bahwa aktivitas dan transaksi mereka digunakan untuk profiling. Kemudian Dimensi yang dominan kedua adalah Kualitas Hidup. Mengingat dampak nyata dari algoritma dari Meta (Facebook dan Instagram) dan Tiktok yang mempengaruhi mental remajayang menyebabkan kecanduan scrolling, dan system gamification shopee yang mendorong seseorang berperilaku komsumtif atau boros.

Disini disusun 5 langkah berurutan yang membentuk siklus evaluasi berkelanjutan berikut penjelasannya:

  1. Evaluate: mengevaluasi dampak system secara menyeluruh dengan melihat pihak yang terdampak.
  2. Legitimaze: memverifikasi legitimasi hukum dan normative system, apakah sudah sesuai dengan norma sosial dan nilai budaya.
  3. Audit: mengaudit komponen teknis terhadap potensi bias dan pelanggaran, jadi setiap algoritma, model ML, dan database harus diuji terlebih dahulu terhadap kemungkinan bias yang diluar tujuan pengumpulan awal.
  4. Narrate: mengkomunikasikan temuan dan kebijakan privasi kepada publik secara transparan serta harus menerbitkan laporan transparansi yang bisa dipahami oleh pengguna awam.
  5. Guard: menerapkan mekanisme perlindungan berkelanjutan, dimana pengguna harus diberi hak nyata untuk menghapus, mengoreksi dan mengakses data mereka, dan kemudian bisa Kembali ke proses evaluasi karena system ini harus diulang secara berkala.

Dari analisis diatas, berikut rekomendasi system yang lebih etis, yaitu:

  • Privacy by Design, Dimana perusahaan teknologi harus mengintegrasikan perlindungan privasi sejak perancangan system. Contoh: data transaksi shopeepay tidak boleh secara default digunakan untuk targeting iklan tanpa persetujuan pengguna.
  • Transparansi Algoritmik, Pengguna mendapatkan penjelasan terhadap konten yang diberikan oleh platform, “mengapa konten tersebut direkomendasikan kepada saya”. Platform juga harus menyediakan dasbor kontrol privasi yang fungsional dan mudah diakses.
  • Meaningful Consent, Persetujuan pengguna harus bersifat bebas, spesifik dan tidak ambigu.
  • Penguatan regulasi, Indonesia perlu memperkuat implementasi dari UU PDP No. 27 Tahun 2022 dengan membentuk otoritas perlindungan data yang independent dan berwenang mengaudit platform digital.
  • Peningkatan Literasi Digital, Pemerintah, perguruan tinggi, sekolah harus bersinergi untuk meningkatkan literasi digital terutama tentang privasi online dan cybersecurity. Sehingga pengguna yang melek digital akan lebih mampu membuat pilihan yang terinformasi.

PENUTUP

Sistem cookies, tracking, dan behavioral advertising yang diterapkan platform digital seperti Google, Meta, Tiktok, dan Shopee mempresentasikan salah satu dilema etis yang signifikan di era digital ini. Masing-masing platform memiliki pelacakan yang berbeda-beda. Google yang mendominasi pencarian dan iklan yang masif. Meta yang mendominasi sosial media. Tiktok yang mendominasi konten pendek dengan pendekatan algoritma sinyal mikro perilaku pengguna. Dan Shopee yang mendominais e-commerce yang mengumpulkan data perilaku customer. Berdasarkan kerangka 5 Dimensi Moral Laudon, didapati bahwa dimensi Hak dan Kewajiban Informasional menjadi yang paling dominan terdampak, yang mencerminkan adanya ketimpangan fundamental antara kekuatan dari perusahaan teknologi dan hak individu atas data pribadi mereka. Rekomendasi yang ditulis diharapkan dapat menjadi pijakan bagi pengembangan ekosistem digital yang bertanggung jawab, etis, adil, dan manusiawi pada masa yang akan datang.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *